PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN SHORT TERM MEMORY PADA LANSIA

  • Elok Triestuning Akademi Keperawatan Kerta Cendekia Sidoarjo

Abstract

Tahap akhir tumbuh kembang manusia adalah lansia. Banyak perubahan yang terjadi pada lansia. Perubahan mental yang terjadi berupa penurunan intelektualitas yang meliputi persepsi, kemampuan kognitif, memori dan belajar yang menyebabkan mereka sulit untuk dipahami dan berinteraksi. Fakta yang terjadi banyak individu mengalami gangguan memori setelah usia 45 tahun ke atas. Namun kemampuan memori dapat di pertahankan dan di tingkatkan melalui latihan memori jangka pendek. latihan atau teknik yang tepat dilakukan oleh lansia yaitu berupa senam otak yang bertujuan meningkatkan fokus dan bagaimana bisa terus mengaktifkan fungsi otak agar tidak diam yang akhirnya bisa menjadi lemah. Dari beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ada pengaruh senam otak terhadap peningkatan short term memory pada lansia karena dengan gerakan senam otak dapat merangsang integrasi kerja bagian otak kanan dan kiri untuk menghasilkan koordinasi fungsi otak yang harmonis sehingga dapat meningkatkan kemampuan memori, kemampuan koordinasi tubuh, kemampuan motoric halus dan kasar. Key words: Lansia, Short term memory, senam otak.

References

Agoes, Azwar, dkk. (2009). Penyakit di Usia Tua. Jakarta: EGC.

Deane, A. (2008). Be Brain Fit. Di akses pada tanggal 07 Januari 2018 melalui https://bebrainfit.com/improve-short-term-memory/.

Andana, Feni Tri. (2016). Pengaruh Senam Otak (Brain Gym) terhadap Kejadian Demensia pada Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul. Yogyakarta.

APA. (2017). Memory Changes In Older Adults. http: //www.apa.org/print-this.aspx.

Campoy Guillermo. (2008). The Effect of Word Length In Short Term Memory: Is Rehearsal Necessary. The Quarterly Journal of Experimental Psychology, 61 (5), 724 – 734.

Hidayat, F.R., Dwi Atikah Amina (2016). Pengaruh Senam Otak terhadap Daya Ingat Jangka Pendek dan Stres pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Pari Samarinda. Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol 4, No. 2.

Lumbantobing. (2006). Kecerdasan Pada Usia Lnjut dan Demensia. Balai Penerbit. Jakarta: Balai Penerbit.

Beselt, M. (2013). How To Improve Your Short Term Memory. Diakses pada tanggal 11 Januari 2018 melalui www.improve-memory-skills.com/short-term-memory.html.

Nugroho, Wahyudi. (2008). Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC.

Pratiwi, Etik. (2016). Gambaran Pelaksanaan Senam Otak (Brain Gym) pada Lansia di Panti Werdha Budi Dharma Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Notokusumo vol IV, No I, Agustus 2016. ISSN 2338-4514.

Wikibooks Contributors ( 2006). Cognitif Psychology and Cognitive Neuroscience. http://en.wikibooks.org/wiki/cognitive-psychologi-and-cognitive-neuroscience. 17 September 2017.

Fachrudin, Y. (2015). Pengaruh Senam Otak terhadap Peningkatan Daya Ingat Jangka Pendek Lansia dengan Permainan Puzzle di Posyandu Lansia Desa Sepande Sidoarjo. www. E-jurnal.com/2015/12/pengaruh-senam-otak-terhadap_19.html.

Published
2018-06-25
How to Cite
TriestuningE. (2018). PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN SHORT TERM MEMORY PADA LANSIA. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan, 7(1), 86-92. https://doi.org/10.36720/nhjk.v7i1.37
Section
Original Research Article
Abstract viewed = 907 times
PDF downloaded = 1146 times